Aktual/Ilustrasi: AI-ChatGPT

Jakarta, Aktual.news – Beredar video di media sosial yang memperlihatkan detik-detik bencana gempa bumi magnitudo 7,7 melanda Pulau Mindanao, Filipina, pada Senin, 8 Juni 2026.

Dalam video yang dibagikan ulang akun Instagram @inpopmedia, tampak sejumlah gedung bertingkat runtuh akibat guncangan gempa tersebut.

“Wilayah Filipina kembali diguncang gempa besar,” tulis postingan tersebut.

Lantas, bagaimana sebenarnya kronologi bencana gempa yang terjadi di wilayah Filipina ini bermula? Berikut fakta terkini di antaranya.

1 Orang Tewas, 4 Luka-luka

Berdasarkan laporan AFP pada hari yang sama, dilaporkan reruntuhan bangunan akibat gempa dahsyat di Filipina menimbulkan korban jiwa.

Sersan Mayor Robert Dagon dari kepolisian Kota General Santos melaporkan, sejumlah bangunan runtuh akibat gempa ini.

“Akibatnya, 1 orang dilaporkan tewas dan 4 orang lainnya mengalami luka-luka,” ungkap Robert Dagon.

Terkini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memberi peringatan dini tsunami menyusul getaran gempa yang juga turut dirasakan pada wilayah Laut Sulawesi, pada pagi ini pukul 06.37 WIB.

Atas peristiwa ini, sejumlah wilayah di Indonesia dilaporkan diterjang tsunami berdasarkan data terbaru yang dirilis BMKG.

Jenis Gempa Bumi Dangkal

Secara terpisah, Direktur Penelitian Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto menyebut gempa tektonik terjadi di wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina dengan magnitudo berskala 7,7.

Wijayanto mengungkap, penyebab gempa tersebut memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah di Indonesia.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng,” kata Wijayanto dalam keterangan resminya, pada Senin, 8 Juni 2026.

Status Siaga Tsunami di 7 Wilayah RI

Berdasarkan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

BMKG mengklaim, gempa bumi ini berpotensi tsunami dengan status ‘Siaga’ di sejumlah wilayah RI.

Hingga saat ini, dilaporkan bencana tsunami dengan beragam ketinggian air laut yang sejauh ini telah melanda 7 wilayah Indonesia.

Menurut laporan resmi BMKG, pada Senin, 8 Juni 2026, pukul 12.00 WIB, berikut ini daftar 7 wilayah yang terdampak tsunami:

1. Kedi, Maluku Utara (Malut) dengan ketinggian 0,09 meter.

2. Ulu Siau, Sulawesi Utara (Sulut) dengan ketinggian 0,18 meter

3. Melonguane, Sulut dengan ketinggian 0,19 meter.

4. Tahuna, Sulut dengan ketinggian 0,30 meter

5. Tanjung, Sidupa, Sulut dengan ketinggian 0,32 meter

6. Talengan, Sulut dengan ketinggian 0,75 meter.

7. Paleleh, Sulawesi Tengah (Sulteng) dengan ketinggian 0,45 meter.

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi