Facebook Instagram TikTok X WhatsApp Youtube
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Finansial
  • Nusantara
    • Megapolitan
    • Jawa Barat
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Kepulauan Riau
  • Ototek
    • Teknologi
    • Otomotif
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Fashion
  • Khazanah
    • Bahtera Hikmah
    • Dunia Islam
    • Kajian
  • Lapsus
    • Indepth Report
    • Majalah
Cari
10 Juni 2026
  • AktualTV
  • Lensa Aktual
    • Generali Indonesia Proteksi Pelari bank bjb Bandoeng 10K
      Serikat Buruh Sambangi DPR, Sufmi Dasco Ahmad Buka Ruang Audiensi
      XLSMART Genap Setahun, Fokus Perkuat Jaringan dan Teknologi Digital
      Konflik Papua Tak Kunjung Usai, DPD RI Tuntut Langkah Jangka Panjang
      Sekjen Golkar Sarmuji Luncurkan Buku, Puisi dan Lagu, Kenang Sosok Mendiang Anak
      SemuaFlash PhotosGalleryInfografis
  • Tatap Redaksi
  • Kaki Hari
  • Voice of Freedom
  • Majalah
  • English Flash
Facebook Instagram TikTok X WhatsApp Youtube
Aktual.news - Kumpulan Berita Terhangat Terpercaya Aktual.news
Aktual.news - Kumpulan Berita Terhangat Terpercaya Aktual.news - Kumpulan Berita Terhangat Terpercaya
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Finansial
  • Nusantara
    • Megapolitan
    • Jawa Barat
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Kepulauan Riau
  • Ototek
    • Teknologi
    • Otomotif
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Fashion
  • Khazanah
    • Bahtera Hikmah
    • Dunia Islam
    • Kajian
  • Lapsus
    • Indepth Report
    • Majalah
Beranda Headline Adu Gagasan Tak Produktif, Mau Dibawa Kemana Indonesia?
  • Headline
  • Eksklusif
  • Indepth Report
  • Majalah

Adu Gagasan Tak Produktif, Mau Dibawa Kemana Indonesia?

16 November 2018, 20:22

 

Saling berbalas sindir yang tidak hanya dilakukan pasangan calon (Paslon) di Pilpres 2019 juga diikuti oleh para pendukungnya, terlebih ketika petahana masuk dalam pusaran tersebut.
Pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago (Ipang) menilai yang paling dikhawatirkan adalah posisi Jokowi sebagai petahana justru dapat dengan mudah ditumbangkan oleh lawan politiknya.
“Karena, semakin banyak ngomong, semakin banyak salah, blunder dan memantik polemik dan itu sama saja bunuh diri,” kata Ipang, di Jakarta, Jumat (16/11).
Mestinya, ia menyarankan, Jokowi harusnya fokus saja mem-promosikan kinerja dan prestasinya ke publik seperti infastruktur menjadi proyek andalannya. Sehingga masyarakat tahu apa yang sudah dilakukan oleh pemerintahannya.
“Kalau masyarakat tahu kerja nyata Jokowi, maka masyarakat puas (approval rating), kalau puas maka otomaticly memilih Jokowi dengan sendirinya,” terangnya.
“Tapi jangan coba-coba buka kotak pandora SARA, menyerang karakter pribadi atau fisik. Ingat, ketika masuk ke wilayah pusaran itu, tinggal menunggu waktu tenggelam dengan sendirinya. Baiknya Jokowi belajar kasus Ahok, dikalahkan oleh kata- kata dan dikalahkan oleh dirinya sendiri,” papar dia.
Karena itu, patut diduga, narasi kampanye yang dangkal dan dimainkan hari ini memang sengaja didesain untuk mengarahkan para kandidat terjebak dalam perang kata-kata, saling sindir sehingga terjauh dari substansi (konten) persoalan yang sedang dihadapi bangsa.
“Dengan kata lain, ini merupakan bagian dari strategi politik untuk mengalihkan perbincangan publik untuk tidak terlalu dalam masuk menyentuh persoalan yang lebih substantif karena ada pihak-pihak yang merasa khawatir bisa berpotensi merugikan kepentingan politiknya jika perdebatan politik mengarah pada hal-hal yang lebih substansi,” ucapnya.
Maka dalam kondisi strategi politik itulah,  rakyat kemudian digiring dengan isu murahan dan persoalan remeh temeh, yanh konsekuensinya publik teralihkan perhatiannya dari persoalan nyata yang sedang dihadapi rakyat dalam kesehariannya.
“Strategi politik semacam ini membuat publik tidak akan mendapatkan informasi yang cukup tentang kandidat, sehingga pada akhirnya alasan mereka menentukan pilihan hanya berdasarkan sentimen berkaitan suka atau tidak suka, bukan pada basis visi dan gagasan yang jelas,” pungkasnya.
Sementara itu, Pakar Psikolog Politik Hamdi Muluk menilai, kampanye Pilpres 2019 masih sebatas “perang jargon” saja.

“Kampanye yang ditampilkan masing-masing pasangan Capres dan Cawapres tidak substantif, hanya jargon-jargon politik saja. Padahal seharusnya diisi dengan adu program dan gagasan berbasis data akurat,” kata Hamdi dalam diskusi di kantor Populi Center, Jakarta, Kamis (15/11).

Masih dikatakan akademisi asal Universitas Indonesia (UI) itu menilai tidak ada alternatif kebijakan yang ditawarkan masing-masing pasangan calon, misalnya, kubu petahana atau Jokowi-Ma’ruf, apa gagasan atau program alternatif yang akan dilakukan lima tahun kedepan.

Lalu di kubu Prabowo-Sandi, menurut dia, kritik yang dilakukannya harus berdasarkan data dan fakta sehingga kedua kubu seolah-olah tidak ada bedanya.

“Lalu pada akhirnya menyerang karakter calon yang sifatnya personal karena itu yang membedakan kedua kubu. Nyaris tidak ada beda antara kedua kubu dari sisi program,” sahutnya.

Menurut dia, dalam demokrasi mengharuskan seseorang atau kelompok berkompetisi karena jabatan terbatas maka terjadilah legitimasi diri sendiri dan deligitimasi lawan politiknya.

“Cara yang paling beradab untuk mendelegitimasi lawan adalah delegimasi kebijakannya, serang kebijakannya. Semua argumen dikeluarkan untuk mendelegitimasi, baik visi misi gagasan, itu yang paling bermartabat,” tandas dia.

Rakyat Apatis 

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Ikuti WhatsApp Channel Aktual
1
2
3
4
5
  • TOPIK
  • jokowi
  • Ma'ruf
  • Pilpres2019
  • Prabowo
  • sandi
Facebook
X
WhatsApp
Telegram
LINE
    Redaksi Aktual

    ARTIKEL TERKAITDARI PENULIS

    Ekbis

    Pertamina Naikkan Harga Pertamax Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026

    Aktual Files

    Merapat ke Istana di Tengah Isu Gantikan Purbaya, Chatib Basri: Jadi Menkeu Itu Sangat Gampang

    Ilustrasi - peta gempa bumi di Laut Sulawesi dengan kekuatan Magnitudo 7,7 berpotensi tsunami pada Senin, (8/6/2026). ANTARA/HO-BMKG
    Headline

    Antisipasi Potensi Tsunami Gempa M 7,7, BNPB Imbau Warga di Lima Pesisir Wilayah Menjauhi Pantai

    Bisnis

    Rupiah dan IHSG Dibuka Melemah, Dolar AS Tembus Rp18.107

    Aktual

    Krisis Selat Hormuz Bikin Perusahaan Minyak AS Cuan Puluhan Miliar Dolar

    Headline

    Progres Sekolah Rakyat di Lima Daerah Tembus 84 Persen

    Masuk
    Selamat Datang! Masuk ke akun Anda
    Lupa kata sandi Anda? mendapatkan bantuan
    Disclaimer
    Pemulihan password
    Memulihkan kata sandi anda
    Sebuah kata sandi akan dikirimkan ke email Anda.
    www.aktual.news
    Aktual adalah media pemberitaan yang dikelola oleh PT Caprof Media Negeri (CMN) yang memiliki kecepatan, ketepatan pemberitaan, selalu memberitakan kebenaran, terhangat serta dapat dipercaya dan teraktual.
    Hubungi kami: redaksi[at]Aktual.news
    Facebook Instagram TikTok X WhatsApp Youtube
    • Tentang
    • Disclaimer
    • Pedoman
    © Copyright 2012-2026 Aktual.news - Terhangat Terpercaya