Dikebut Jelang Tahun Ajaran Baru, Progres Sekolah Rakyat Brebes Sudah 55 Persen.

Jakarta, Aktual.news – Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Jateng 1 di Desa Wlahar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes terus dipacu menjelang tahun ajaran baru 2026/2027.

Kehadiran sekolah ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan yang layak, berkualitas, dan inklusif bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah Brebes dan sekitarnya.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau langsung perkembangan proyek tersebut dan menegaskan pentingnya kedisiplinan, koordinasi yang baik, serta respons cepat terhadap berbagai kendala yang muncul selama pelaksanaan pembangunan.

“Setiap kebutuhan maupun hambatan yang dihadapi di lapangan harus segera dikomunikasikan agar dapat ditindaklanjuti secara efektif dan tidak menghambat progres pembangunan,” kata Dody, di Jakarta, Senin (8/6/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Dody menyampaikan bahwa progres pembangunan telah mendekati 55 persen. Meski demikian, masih terdapat sejumlah tantangan, terutama terkait pasokan material baja yang menjadi salah satu komponen penting dalam pekerjaan konstruksi.

“Untuk mengatasi hal tersebut, kita (Kementerian PU) melakukan koordinasi intensif dengan pihak distributor guna memastikan kelancaran distribusi material dan menjaga target penyelesaian pembangunan,” terang Dody.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus mendorong percepatan pekerjaan agar pembangunan dapat selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Penyelesaian proyek ditargetkan pada akhir Juni 2026 dengan tetap mempertimbangkan kondisi cuaca dan situasi di lapangan.

“Kami akan terus mendorong seluruh penyedia jasa dan pelaksana konstruksi untuk meningkatkan kinerja, mempercepat pekerjaan, serta menjaga mutu agar target pembangunan dapat tercapai sesuai rencana,” ujar Dody.

Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Jateng 1 memiliki nilai kontrak sebesar Rp244,69 miliar. Proyek ini dikerjakan oleh kontraktor pelaksana KSO WIKA–WEGE–APIK dengan dukungan manajemen konstruksi ARSS Baru KSO PT Intimulya Multikencana.

Kawasan pendidikan yang dibangun memiliki total luas bangunan mencapai 27.372 meter persegi. Fasilitas yang disiapkan mencakup gedung SD, SMP, dan SMA, asrama siswa, rumah susun guru, kantin, masjid, ruang serbaguna, sarana olahraga, serta berbagai infrastruktur penunjang lainnya dalam satu kawasan pendidikan terpadu.

Pada tahap awal pelaksanaan, proyek menghadapi sejumlah tantangan teknis. Curah hujan yang tinggi serta keterbatasan akses distribusi material menuju lokasi pembangunan sempat menjadi kendala yang memengaruhi pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Untuk mempercepat pembangunan, Kementerian PU bersama para pemangku kepentingan melakukan penyesuaian metode konstruksi dengan menerapkan struktur baja pada sebagian bangunan.

Langkah tersebut dinilai mampu mempercepat proses pembangunan secara signifikan, dengan durasi pekerjaan struktur yang semula diperkirakan sekitar 180 hari menjadi sekitar 48 hari.

Selain itu, percepatan juga dilakukan melalui peningkatan kapasitas alat angkat, penguatan sistem mobilisasi material, penambahan tenaga kerja, serta penerapan sistem kerja dua shift. Berbagai langkah tersebut ditempuh untuk memastikan target penyelesaian dapat tercapai sesuai rencana.

Kementerian PU menegaskan akan terus mengawal pelaksanaan pembangunan hingga tuntas. Kehadiran Sekolah Rakyat Tahap II Jateng 1 diharapkan menjadi salah satu sarana pendukung pemerataan akses pendidikan yang layak dan berkualitas bagi masyarakat, sekaligus memberikan kesempatan belajar yang lebih luas bagi generasi muda di Kabupaten Brebes dan wilayah sekitarnya.

Laporan: Achmat

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi