Jakarta, Aktual.news – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan telah menyelesaikan pembangunan 222 gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 30 provinsi di Indonesia.
Fasilitas yang disiapkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut juga menjangkau sejumlah wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan penentuan lokasi pembangunan SPPG dilakukan melalui koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Sementara itu, Kementerian PU bertanggung jawab melakukan survei kesiapan lahan dan mempercepat pembangunan sesuai target yang telah ditetapkan.
“Kita sudah kerjakan ada sekitar 222 SPPG. Sebagian ada juga yang di wilayah 3T. Jadi titiknya itu kita koordinasi langsung dengan BGN dan Kemendagri. Kita hanya survey saja, apakah tanahnya bisa segera kita bangun. Karena kita juga kan dikejar target,” kata Dody, di Jakarta, Sabtu (6/6/2026).
Menurut Dody, seluruh bangunan SPPG yang menjadi tanggung jawab Kementerian PU saat ini telah rampung. Proses berikutnya adalah serah terima aset kepada BGN yang tengah berjalan.
Sebelum fasilitas tersebut digunakan secara penuh, BGN diperkirakan akan melakukan pemeriksaan terhadap setiap bangunan untuk memastikan seluruh sarana telah siap beroperasi.
“Saat ini sedang berproses serah terima dengan BGN. Mungkin BGN akan mengecek satu per satu. Tapi secara utuh sudah selesai semua,” tuturnya.
Dody menambahkan, pihaknya juga berencana melakukan koordinasi dengan pimpinan baru BGN dalam waktu dekat.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat segera dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung pelaksanaan program MBG.
Keberadaan SPPG diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan makanan bergizi bagi masyarakat, termasuk di daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan pemenuhan gizi.
Salah satu fokus pembangunan berada di kawasan 3T, termasuk wilayah perbatasan negara. Kementerian PU telah membangun dua SPPG di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Wini dan PLBN Motamasin, Nusa Tenggara Timur (NTT), guna mendukung layanan pemenuhan gizi di daerah yang membutuhkan perhatian khusus.
SPPG di PLBN Wini dibangun di atas lahan seluas 1.408,63 meter persegi yang berada di Kabupaten Timor Tengah Utara. Sementara itu, SPPG di PLBN Motamasin berdiri di atas lahan seluas 1.469,12 meter persegi di Kabupaten Malaka.
Setiap SPPG dilengkapi berbagai fasilitas pendukung operasional, mulai dari dapur utama, area pencucian alat dan bahan makanan, gudang kering dan basah, ruang penyimpanan peralatan, area parkir, jaringan air bersih, hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Selain itu, tersedia ruang panel, tempat pembuangan sampah (TPS), dan infrastruktur pendukung lainnya guna menjaga standar kebersihan serta mendukung keberlanjutan lingkungan.
Artikel ini ditulis oleh:
Eroby Jawi Fahmi












