Ilustrasi - Kehancuran di Jalur Gaza. ANTARA/Anadolu/py.
Ilustrasi - Kehancuran di Jalur Gaza. ANTARA/Anadolu/py.

Jakarta, Aktual.news – Ketua Komisi Perlawanan terhadap Tembok dan Permukiman Mu’ayyad Sha’ban melaporkan sebanyak 1.659 serangan dilakukan pasukan Israel dan pemukim di wilayah Tepi Barat sepanjang Mei 2026.

Dalam laporan bulanan yang dirilis Sabtu, Sha’ban menyebutkan dari total serangan tersebut, sebanyak 1.108 dilakukan oleh tentara Israel dan 551 oleh pemukim. Ia menilai aksi tersebut merupakan bagian dari teror sistematis terhadap rakyat Palestina, termasuk terhadap tanah dan harta benda mereka.

Serangan paling banyak terjadi di wilayah Hebron serta Ramallah dan al-Bireh yang masing-masing mencatat 319 insiden. Disusul Nablus dengan 301 serangan dan Bethlehem sebanyak 212 serangan.

Menurut Sha’ban, bentuk serangan yang dilakukan meliputi kekerasan fisik, pencabutan pohon, pembakaran lahan pertanian, pembatasan akses petani ke lahan, penyitaan properti, hingga penghancuran rumah dan bangunan pertanian.

Ia juga menyoroti adanya penutupan wilayah-wilayah luas di Tepi Barat dengan dalih keamanan, yang pada saat bersamaan disertai dukungan terhadap pemukim untuk memperluas permukiman di kawasan tersebut.

Tepi Barat merupakan wilayah di Timur Tengah dengan luas lebih dari 5.000 kilometer persegi yang dihuni sekitar 3,3 juta warga Palestina dan sekitar 700.000 pemukim Israel. Wilayah ini mencakup sejumlah kota penting seperti Ramallah, Hebron, Nablus, Bethlehem, dan Jericho.

Berdasarkan Perjanjian Oslo 1993–1995, wilayah Tepi Barat dibagi menjadi tiga zona administratif, yakni Area A, B, dan C, sebagai bagian dari proses menuju pemerintahan mandiri Palestina.

Laporan ini kembali menegaskan meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut di tengah konflik berkepanjangan antara Palestina dan Israel.

Sumber: WAFA-OANA

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi