Jakarta, Aktual.news – Program Studi Kajian Film, Televisi, dan Media Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) mencatat persaingan paling ketat di kelompok program studi akademik UPNVJ pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Berdasarkan data SNPMB 2026 yang dihimpun Humas UPNVJ, program studi ini diminati 831 pendaftar dan menerima 8 mahasiswa, sehingga tingkat keketatannya mencapai 0,96 persen. Capaian ini menegaskan bahwa Kajian Film, Televisi, dan Media bukan hanya hadir sebagai program studi baru, melainkan langsung menjadi salah satu pilihan paling kompetitif bagi calon mahasiswa.
Ketertarikan tinggi terhadap program studi ini tidak muncul secara tiba-tiba. Sejak tahap persiapan, FISIP UPNVJ telah membangun fondasi keilmuan dan kekhasan prodi secara serius melalui rangkaian konsolidasi dengan asosiasi profesi, perguruan tinggi, dan pelaku industri. Pada 22 November 2023, FISIP UPNVJ menggelar lokakarya bersama Dekan Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta, Hanief Jerry, untuk mengkaji profil lulusan mahasiswa prodi yang berfokus pada film dan televisi. Dalam diskusi itu, Hanief menekankan bahwa target profil lulusan akan menentukan mata kuliah yang tepat untuk ditempuh mahasiswa, sekaligus menegaskan pentingnya keunikan program studi agar memiliki nilai tambah di tengah persaingan pendidikan film, televisi, dan media di Indonesia.
Pada fase yang sama, FISIP UPNVJ juga memperdalam kekhasan prodi melalui lokakarya bersama Ketua Asosiasi Program Studi Film dan Televisi Indonesia (PROSFISI), Dr. Gerzon R. Ajawaila. Berdasarkan data PROSFISI, terdapat 22 perguruan tinggi di Indonesia yang telah memiliki program studi film dan televisi. Dalam konteks itu, Gerzon menilai identitas UPNVJ sebagai kampus bela negara merupakan modal kuat untuk membangun ciri khas program studi ini. Ia bahkan menegaskan bahwa belum ada program studi sejenis yang secara khusus menjadikan bela negara dan nasionalisme sebagai kekhasan dalam bidang studi film dan televisi.
Penguatan kurikulum kemudian diperdalam bersama jejaring akademik dan profesi. Dalam diskusi dengan Ketua Prodi Film dan Televisi UPI Bandung, Hery Supiarza, FISIP UPNVJ memperoleh masukan bahwa materi film dokumenter perlu menjadi dasar pembelajaran sejak semester 3 agar lulusan lebih siap menghadapi dunia industri. Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengkaji Film Indonesia (KAFEIN), Tito Imanda, menekankan bahwa pembelajaran film perlu bertumpu pada dua bidang utama, yakni pengkajian dan penciptaan atau produksi, serta dapat dikombinasikan dengan perspektif antropologi, sosial, politik, dan psikologi. Jejaring itu diperkuat lagi melalui kerja sama dengan Sutradara Televisi Indonesia (STI), yang memberi masukan agar aspek film dan televisi diakomodasi secara proporsional dalam kurikulum demi mencapai kompetensi lulusan yang diharapkan.
Keseriusan tersebut ditegaskan saat peluncuran resmi Program Studi Kajian Film, Televisi, dan Media pada 2 September 2024. Dalam peluncuran yang dihadiri Sutradara Film Dr. Riri Riza hingga Andre Taulany itu, Rektor UPNVJ Prof. Dr. Anter Venus, MA, Comm. menyatakan bahwa kehadiran program studi ini merupakan langkah strategis universitas untuk memperluas cakupan pendidikan dan menjawab tuntutan zaman serta kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang. Rektor menegaskan bahwa dengan kurikulum yang komprehensif dan fasilitas yang memadai, program studi ini diharapkan mampu melahirkan tenaga profesional yang kompeten di industri film dan media. Pada saat yang sama, UPNVJ menegaskan bahwa kurikulumnya mengintegrasikan teori dan praktik, mencakup kajian film, produksi televisi, dan studi media digital dengan identitas bela negara yang tetap melekat.
Daya tarik program studi ini lalu terbaca semakin jelas dalam berbagai ruang promosi akademik. Pada IIETE 2026, S1 Kajian Film, Televisi, dan Media menjadi salah satu prodi baru UPNVJ yang paling banyak menarik perhatian pengunjung. Para siswa aktif menanyakan prospek karier, kurikulum pembelajaran, peluang magang, hingga kerja sama industri. Penguatan orientasi industri itu sendiri terus berjalan setelah prodi berdiri, salah satunya melalui kerja sama strategis dengan Watchdoc pada Agustus 2025 untuk memperkuat produksi film dokumenter, workshop, dan pembelajaran kolaboratif bersama mahasiswa.
Ketatnya persaingan masuk ke Prodi Kajian Film, Televisi, dan Media juga berlangsung di tengah tren kenaikan minat ke UPNVJ secara keseluruhan. Dalam paparan Wakil Rektor Bidang Akademik, total animo SNBP 2026 ke UPNVJ mencapai 22.274 pendaftar atau naik 2.837 peserta dibanding tahun sebelumnya. Dalam konteks itu, capaian Kajian Film, Televisi, dan Media memperlihatkan bahwa strategi UPNVJ dalam menghadirkan program studi baru yang relevan, berkarakter, dan terhubung dengan dunia profesi mendapat respons positif dari masyarakat.
Dengan fondasi akademik yang dibangun sejak awal, penguatan identitas bela negara, dukungan asosiasi profesi, masukan dari kampus seni terkemuka, hingga kolaborasi dengan industri dokumenter, Prodi Kajian Film, Televisi, dan Media UPNVJ tampil bukan sekadar sebagai program studi baru. Pada SNBP 2026, prodi ini hadir sebagai salah satu wajah baru daya saing akademik UPNVJ yang mampu menarik minat publik secara kuat dan cepat.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain

















