Jakarta, Aktual.news – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti adanya pihak internal di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang menyebarkan isu menyesatkan terkait kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang disebut hanya tersisa untuk dua minggu.
Hal tersebut disampaikan Purbaya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2026).
“Karena ada orang bilang uang saya tinggal dua minggu saja, sudah habis. Bahkan bukan dari luar, tapi dari orang Kementerian Keuangan itu sendiri yang menyebarkan isu-isu seperti itu. Saya baru tahu, padahal menterinya saya, jadi saya agak bingung,” ujarnya.
Menurut dia, isu tersebut muncul di tengah kekhawatiran akibat lonjakan harga minyak dunia. Namun, pemerintah telah melakukan berbagai simulasi dan perhitungan untuk mengantisipasi skenario terburuk.
Purbaya menjelaskan, Kemenkeu telah menghitung dampak kenaikan harga minyak mulai dari level 80 dolar AS hingga 100 dolar AS per barel, lengkap dengan langkah mitigasinya. Dengan perhitungan tersebut, pemerintah memastikan kondisi APBN tetap aman sepanjang 2026.
Ia menegaskan, meski harga minyak dunia naik signifikan, defisit APBN masih dapat dijaga pada kisaran aman, yakni sekitar 2,9 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
“Dengan asumsi harga minyak rata-rata 100 dolar AS per barel sepanjang tahun 2026, APBN masih aman,” tegasnya.
Purbaya juga menekankan bahwa berbagai kebijakan pemerintah, termasuk di sektor energi dan subsidi, telah disusun berdasarkan perhitungan matang untuk menjaga stabilitas fiskal.
Dengan demikian, ia meminta publik tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak akurat dan memastikan kondisi keuangan negara tetap terkendali.
Oleh: Taufik Akbar Harefa
Artikel ini ditulis oleh:
Eka Permadhi
















