Dok. Warta Kota

Jakarta, Aktual.news – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) kembali mencatatkan capaian penting pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Berdasarkan data SNPMB 2026, Program Studi Kajian Film, Televisi, dan Media UPNVJ menempati peringkat 4 program studi akademik terketat dengan 831 pendaftar dan 8 peserta diterima atau tingkat keketatan 0,96 persen. Sementara itu, Program Studi Farmasi UPNVJ berada pada peringkat 7 dengan 1.071 pendaftar, 12 peserta diterima, dan tingkat keketatan 1,12 persen. Capaian tersebut sejalan dengan meningkatnya animo terhadap UPNVJ yang pada SNBP 2026 mencapai 22.274 pendaftar, naik sekitar 12 persen dibanding tahun sebelumnya.

Masuknya Program Studi Kajian Film, Televisi, dan Media ke jajaran program studi terketat menjadi sinyal kuat bahwa program studi baru UPNVJ mampu langsung menarik perhatian publik. UPNVJ memperkenalkan program studi ini sebagai bagian dari upaya menjawab kebutuhan sumber daya manusia di bidang media digital dan teknologi. Program studi tersebut mulai menjalankan kelas perdana pada Semester Ganjil 2024/2025, dan pada tahun awal pembukaannya disiapkan dengan kapasitas 40 kursi. Pada skema penerimaan mahasiswa baru 2026, laman penmaru UPNVJ mencantumkan kuota SNBP untuk program studi ini sebanyak 8 kursi dari total daya tampung 40 mahasiswa.

Tingginya minat terhadap Program Studi Kajian Film, Televisi, dan Media sebenarnya telah terbaca sejak awal tahun. Dalam ajang Indonesia International Education and Training Expo (IIETE) 2026, UPNVJ mencatat bahwa Kajian Film, Televisi, dan Media menjadi salah satu program studi baru yang paling banyak menarik perhatian pengunjung. Ketertarikan itu muncul dari pertanyaan calon mahasiswa mengenai prospek karier, kurikulum pembelajaran, peluang magang, hingga kerja sama industri yang dimiliki program studi tersebut.

Di sisi lain, Program Studi Farmasi menunjukkan konsistensi sebagai salah satu program studi unggulan dengan persaingan masuk yang sangat ketat. Pada SNBP 2024, Farmasi UPNVJ tercatat masuk 10 program studi paling ketat dengan tingkat keketatan 1,49 persen. Tren itu berlanjut pada SNBP 2025 ketika Farmasi kembali masuk 10 besar program studi terketat dengan tingkat keketatan 1,45 persen. Untuk penerimaan 2026, UPNVJ menetapkan kuota SNBP Program Studi Farmasi sebanyak 12 kursi dari total daya tampung 60 mahasiswa, sehingga kompetisi masuk ke program studi ini kembali berlangsung sangat selektif.

Capaian dua program studi tersebut memperlihatkan bahwa penguatan mutu akademik dan inovasi pembukaan program studi baru berjalan beriringan di UPNVJ. Sejalan dengan arah kebijakan Rektor UPNVJ, Prof. Dr. Anter Venus, MA, Comm., pembukaan program studi baru diarahkan untuk menjawab kebutuhan zaman, khususnya di bidang film, media digital dan teknologi, sekaligus ditopang kurikulum yang relevan, dosen yang kompeten, serta fasilitas pembelajaran yang terus diperkuat. Dari perspektif kepemimpinan universitas, hasil SNBP 2026 ini menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap UPNVJ terus tumbuh, bukan hanya pada program studi yang telah mapan seperti Farmasi, tetapi juga pada program studi baru yang adaptif terhadap perkembangan industri dan kebutuhan masa depan.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain