Jakarta, Aktual.news – Presiden China Xi Jinping diperkirakan akan membahas akses Beijing ke Laut Jepang melalui Sungai Tumen dalam kunjungan dua hari ke Korea Utara yang dimulai pada Senin.
Sungai Tumen merupakan jalur strategis yang membentang di perbatasan China, Korea Utara, dan Rusia. Namun hingga kini, China belum memiliki akses maritim langsung ke Laut Jepang melalui jalur tersebut.
Isu ini sebelumnya telah dibahas Xi bersama Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan di Beijing pada Mei lalu. Dalam pernyataan bersama, kedua pemimpin “menegaskan kembali komitmen untuk melanjutkan konsultasi trilateral dengan Korea Utara mengenai akses ke Sungai Tumen sesuai dengan perjanjian tahun 1991 antara China dan Uni Soviet” (Kyodo-OANA, Mei 2026).
Meski demikian, pengembangan jalur pelayaran di Sungai Tumen masih menghadapi berbagai kendala. Kapal-kapal China memerlukan izin dari Rusia dan Korea Utara untuk melintasi bagian hilir sungai, sementara jembatan kereta api peninggalan era Soviet dinilai menghambat lalu lintas kapal kargo karena ketinggiannya yang rendah.
Media melaporkan Xi kemungkinan akan mengangkat isu pengembangan kawasan muara Sungai Tumen saat bertemu pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Di sisi lain, Rusia dan Korea Utara telah menyelesaikan pembangunan jembatan jalan raya baru di wilayah tersebut yang dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir Juni.
Namun, sejumlah sumber diplomatik menilai peluang China memperoleh akses langsung ke Laut Jepang melalui jalur tersebut masih terbatas. Rusia dan Korea Utara disebut khawatir terhadap meningkatnya pengaruh Beijing di kawasan tersebut, termasuk kemungkinan penggunaan jalur itu untuk kepentingan militer.
Selain isu konektivitas, kunjungan Xi juga diperkirakan menyentuh dinamika geopolitik kawasan. Kantor berita Korea Selatan Yonhap melaporkan bahwa “kami telah memperoleh informasi intelijen yang menunjukkan bahwa Presiden Xi Jinping akan segera mengunjungi Korea Utara,” kata seorang pejabat tinggi pemerintah Korea Selatan (Sputnik/RIA Novosti-OANA, 20 Mei 2026).
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung sebelumnya juga meminta Xi untuk membantu menengahi hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan, yang disebut mendapat respons positif dari Beijing.
Kunjungan ini menjadi yang pertama bagi Xi ke Korea Utara sejak 2019 dan dinilai penting dalam perkembangan geopolitik Asia Timur.
Sumber: Kyodo-OANA; Sputnik/RIA Novosti-OANA
Artikel ini ditulis oleh:
Eka Permadhi












