kapal perang amerika serikat
kapal perang amerika serikat

Amerika Serikat memperluas operasi maritimnya dengan memburu kapal-kapal yang terkait Iran hingga ke perairan di luar Timur Tengah. Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Dan Caine, menyebut kawasan Indo-Pasifik sebagai salah satu fokus baru operasi tersebut.

“Pasukan AS akan memburu kapal-kapal yang terkait Iran di perairan yang jauh di luar Timur Tengah,” ujar Caine, dilansir dari CNN.com, Sabtu (18/4/2026).

Langkah ini mengarah pada wilayah Pasifik, termasuk area strategis di sekitar Selat Malaka yang selama ini dikenal sebagai jalur pelayaran padat sekaligus lokasi aktivitas kapal tanker “dark fleet”. Kapal-kapal ini kerap digunakan untuk mengangkut minyak ilegal atau yang terkena sanksi dari negara seperti Iran.

Caine menegaskan, operasi intersepsi tidak hanya dilakukan di wilayah asal kapal, tetapi juga terhadap kapal yang telah bergerak keluar dari area tersebut sebelum blokade diberlakukan.

“Kami juga melakukan tindakan dan aktivitas intersepsi maritim serupa di wilayah tanggung jawab Pasifik terhadap kapal-kapal yang telah meninggalkan area tersebut sebelum kami memulai blokade,” katanya.

Analis maritim dari organisasi United Against Nuclear Iran, Charlie Brown, menilai pola ini menyerupai operasi yang pernah dilakukan AS terhadap kapal tanker Venezuela. Ia menyebut, pergerakan kapal perang AS yang terpantau melalui citra satelit menunjukkan potensi perluasan operasi ke perairan internasional.

“AS sebelumnya mencegat kapal tanker yang terkena sanksi jauh dari wilayah langsung Venezuela, termasuk di Samudra Hindia,” ujar Brown.

Menurut dia, pendekatan serupa kemungkinan diterapkan kembali. “Di situlah saya memperkirakan aktivitas serupa akan terjadi: di perairan internasional di mana AS memiliki kebebasan manuver operasional dan lebih sedikit batasan,” katanya.

Pergerakan kapal militer AS juga menjadi sorotan. Kapal USS Miguel Keith dilaporkan bergerak menuju Selat Malaka setelah berangkat dari Sasebo, Jepang, pada 8 April. Citra satelit menunjukkan kapal tersebut sempat singgah di perairan Singapura sebelum melanjutkan pelayaran.

USS Miguel Keith merupakan kapal jenis expeditionary sea base yang digunakan untuk mendukung operasi militer, termasuk penanggulangan ranjau dan operasi khusus.

Dalam keterangannya, Caine juga menyinggung kondisi di Selat Hormuz yang disebutnya sangat padat. Ia menilai pasukan AS tetap mampu menjalankan operasi blokade di tengah lalu lintas pelayaran yang tinggi.

Artikel ini ditulis oleh:

Andry Haryanto