Jakarta, Aktual.news – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pekerjaan preservasi jalan nasional di koridor Pantai Utara (Pantura) Jawa, khususnya pada ruas Kudus–Pati–Rembang di Provinsi Jawa Tengah.
Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran arus logistik, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melintasi jalur strategis tersebut.
Salah satu fokus penanganan saat ini berada di ruas Jalan Lingkar Juwana–Pati. Jalur tersebut menjadi bagian penting dari koridor Pantura yang setiap hari dilalui kendaraan pribadi maupun angkutan barang bertonase besar.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pemerintah terus berupaya menjaga kondisi jalan nasional agar tetap dalam kondisi mantap dan aman digunakan.
Menurutnya, keberadaan jalan yang andal sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi dan distribusi barang di berbagai daerah.
“Jalur Pantura merupakan urat nadi konektivitas dan distribusi logistik nasional. Karena itu, kualitas jalan nasional harus tetap terjaga agar aman dilalui masyarakat maupun kendaraan logistik. Kementerian PU terus melakukan preservasi secara berkelanjutan agar kondisi jalan tetap andal dan mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah,” kata Dody, di Jakarta, Senin (15/6/2026).
Melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta, Kementerian PU saat ini menangani ruas Jalan Lingkar Juwana–Pati sepanjang 990 meter (m)dengan lebar jalan 10,5 m.
Penanganan dilakukan melalui rekonstruksi perkerasan rigid atau beton pada sejumlah titik yang mengalami kerusakan cukup berat akibat tingginya intensitas lalu lintas kendaraan.
Pekerjaan diawali dengan pembongkaran perkerasan lama yang rusak, kemudian dilanjutkan perbaikan tanah dasar dan pengecoran beton baru guna meningkatkan kekuatan struktur jalan.
Selain itu, dilakukan pula pengaspalan di Jembatan Lama Juwana serta pekerjaan transisi antara beton lama dan beton baru untuk memastikan kenyamanan pengguna jalan.
Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai 85 persen. Seluruh pekerjaan beton rigid telah rampung, sementara pekerjaan yang masih berlangsung adalah pengaspalan di atas Jembatan Jeratun dan Jembatan Juwana lama. Kedua pekerjaan tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan Juni 2026.
Dalam pelaksanaannya, BBPJN Jawa Tengah–DI Yogyakarta menerapkan pengendalian mutu secara ketat. Target pengecoran harian ditetapkan sebesar 200 meter kubik dengan total volume pekerjaan mencapai 2.400 meter kubik.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kualitas konstruksi tetap terjaga mengingat ruas Lingkar Juwana–Pati merupakan jalur dengan volume kendaraan tinggi dan dominasi angkutan barang.
Untuk mengurangi dampak pekerjaan terhadap mobilitas masyarakat, rekayasa lalu lintas juga diterapkan selama masa konstruksi.
Kendaraan kecil seperti sepeda motor dan minibus masih dapat melintas di sekitar lokasi pekerjaan. Sementara kendaraan besar dari arah Rembang menuju Pati diberlakukan pengaturan khusus, terutama di sekitar Jembatan Jeratun yang mengalami penyempitan karena lebar jembatan hanya 7,5 m.
Adapun arus kendaraan dari arah Pati menuju Rembang tetap dapat melintas sesuai pengaturan petugas di lapangan. Penanganan ruas Lingkar Juwana–Pati merupakan bagian dari Paket Preservasi Jalan Kudus–Pati–Rembang Tahun Anggaran 2025–2027 yang didanai melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
Paket pekerjaan tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp202,9 miliar dengan total penanganan efektif sepanjang 14,66 kilometer.
Masa pelaksanaan proyek berlangsung selama 540 hari kalender, terhitung sejak 11 Desember 2025 hingga 3 Juni 2027. Setelah pekerjaan konstruksi selesai, proyek akan memasuki masa pemeliharaan selama 365 hari kalender hingga 2 Juni 2028.
Melalui percepatan preservasi jalan ini, Kementerian PU berharap tingkat kemantapan jalan nasional di koridor Pantura Jawa semakin meningkat.
Dengan kondisi jalan yang lebih baik, konektivitas antarwilayah, kelancaran distribusi logistik, serta aktivitas ekonomi masyarakat di sepanjang jalur Pantura diharapkan dapat terus terjaga dan berkembang.
Kementerian PU juga mengimbau para pengguna jalan untuk tetap berhati-hati saat melintasi area pekerjaan dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas.
Selain itu, masyarakat juga diminta mengikuti arahan petugas demi menjaga keselamatan bersama selama proses konstruksi berlangsung.
Laporan: Achmat
Artikel ini ditulis oleh:
Eroby Jawi Fahmi












