Presiden Prabowo Subianto (kanan) didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kiri) berbincang saat meninjau lahan pertanian di Desa Telaga Sari, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Minggu (3/11/2024). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.

Jakarta, Aktual.newsBank Indonesia mencatat kinerja kegiatan dunia usaha tetap terjaga pada triwulan I 2026. Hal ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 10,11 persen, meski sedikit menurun dari 10,61 persen pada triwulan IV 2025.

Capaian tersebut menunjukkan aktivitas dunia usaha masih berada di zona positif. Mayoritas lapangan usaha tercatat mencatatkan kinerja yang baik, terutama sektor jasa keuangan, pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, serta perdagangan besar dan eceran termasuk reparasi mobil dan sepeda motor.

Direktur Departemen Komunikasi BI, Anton Pitono, mengatakan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mengindikasikan aktivitas usaha tetap terjaga pada awal tahun.

“Hasil SKDU mengindikasikan kinerja kegiatan dunia usaha pada triwulan I 2026 terjaga,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (17/4/2026).

Terpeliharanya aktivitas usaha didorong oleh meningkatnya permintaan masyarakat selama periode hari besar keagamaan nasional. Momentum Tahun Baru Imlek, Hari Suci Nyepi, Ramadan, hingga Idulfitri 1447 Hijriah, yang beriringan dengan musim panen, turut menopang kinerja sejumlah sektor.

Dari sisi operasional, kapasitas produksi terpakai pada triwulan I 2026 tercatat sebesar 73,33 persen, meningkat dibandingkan triwulan IV 2025 yang berada pada level 73,15 persen.

Peningkatan tersebut terutama ditopang oleh sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, serta industri pengolahan. Sementara itu, kondisi keuangan dunia usaha dinilai masih baik, baik dari sisi likuiditas maupun rentabilitas, dengan akses pembiayaan yang relatif lebih mudah.

Memasuki triwulan II 2026, pelaku usaha memperkirakan kinerja akan meningkat. Proyeksi tersebut tercermin dari SBT yang diperkirakan mencapai 14,80 persen.

Kenaikan aktivitas usaha pada periode April–Juni 2026 diproyeksikan terutama berasal dari sektor pertanian, kehutanan dan perikanan seiring berlanjutnya musim panen komoditas pangan dan tanaman perkebunan. Selain itu, sektor pertambangan dan penggalian diperkirakan membaik seiring penurunan curah hujan, sementara sektor konstruksi diproyeksikan menguat dengan dimulainya sejumlah proyek.

Anton menambahkan, dunia usaha masih melihat ruang pertumbuhan pada kuartal berikutnya, terutama dari sektor-sektor yang didorong faktor musiman dan realisasi proyek.

“Responden memprakirakan kegiatan usaha pada triwulan II 2026 meningkat dengan SBT sebesar 14,80 persen,” ujarnya.

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi