Zulhas, sapaan akrabnya, menegaskan tidak ada operasional dapur baru untuk program MBG dalam masa pembenahan tata kelola.
“Penataan ini memang tidak ada yang baru dulu. Penataan dulu. Kami lagi membereskan internal dulu,” ujar Zulhas.
Zulhas mengatakan, dalam satu bulan ini, pemerintah akan fokus mengatasi berbagai temuan hingga program dapat berjalan seperti yang diharapkan.
Pemerintah juga berkomitmen untuk menata dan membenahi titik SPPG yang sempat diperjualbelikan, memetakan sekolah-sekolah penerima MBG, membenahi kualitas dapur, hingga melakukan verifikasi ihwal laporan penerima manfaat dari MBG.
Zulhas pun mengungkapkan terdapat pembengkakan sebanyak 6.877 titik SPPG yang menyebabkan kemungkinan pemborosan sebesar Rp12 triliun per tahun.
“Rencana awal titik itu 21 ribu, tetapi sekarang sudah ada 27.877 titik. Ada membengkak 6.877 titik,” ujar Zulhas.
Selain itu, juga terdapat pembengkakan titik SPPG di daerah 3T dari yang semula ditargetkan sebanyak 2 ribu menjadi 8.617 titik.
“Perlu penataan yang menyeluruh oleh Kepala BGN dan manajemen yang baru untuk membenahi program yang sangat penting,” ujar Zulhas.
Artikel ini ditulis oleh:
Eroby Jawi Fahmi











