Jakarta, Aktual.news — Anggota Komisi VI DPR RI, Nasim Khan, mendesak pemerintah dan PLN untuk mencegah terulangnya pemadaman listrik massal (blackout) di Pulau Sumatera yang terjadi pada Jumat (22/5/2026).

Menurut Nasim, pemadaman tersebut berdampak luas terhadap sektor rumah tangga hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sangat bergantung pada pasokan listrik.

“Kami meminta agar pemerintah mencegah terjadinya blackout seperti yang terjadi di Sumatera pada Jumat lalu. Kami berharap ini menjadi yang terakhir karena dampaknya sangat besar terhadap perekonomian, khususnya bagi para pelaku UMKM,” ujar Nasim, Rabu (27/5/2026).

Ia menjelaskan, berbagai usaha seperti kuliner, fotokopi, pertokoan, hingga industri rumahan mengalami penurunan pendapatan drastis saat listrik padam dalam waktu lama. Kondisi ini diperparah karena sebagian besar pelaku UMKM tidak memiliki generator cadangan akibat keterbatasan biaya.

Sementara itu, penyelidikan Bareskrim Polri mengungkap pemadaman dipicu oleh putusnya kabel transmisi pada menara Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTET) 175-176 di Desa Tempino, Kabupaten Muaro Jambi.

Nasim menilai insiden tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap infrastruktur kelistrikan. Ia pun mendesak PLN untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan pemeriksaan berkala terhadap jaringan transmisi di seluruh wilayah Indonesia.

Selain itu, DPR juga menyoroti belum adanya skema ganti rugi yang jelas bagi pelanggan terdampak. Selama ini, masyarakat dinilai harus menanggung sendiri kerugian akibat pemadaman listrik.

“PLN juga harus merumuskan formula kompensasi yang transparan bagi konsumen, sehingga masyarakat tidak terus dirugikan setiap terjadi pemadaman massal,” tegasnya.

Ia menambahkan, perbaikan sistem pengawasan dan penanganan infrastruktur menjadi langkah penting untuk memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi