Jakarta, Aktual.news – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menyampaikan usulan untuk memperluas kerja sama di bidang tata kelola (governance) dan keberlanjutan (sustainability), khususnya di bidang aksi perubahan iklim (climate action) dan penanganan krisis iklim.
Hal ini disampaikan Eddy Soeparno dalam sambutannya di hadapan petinggi Konrad Adenauer Stiftung (KAS) Jerman, Rabu malam (11/02/26).
“Kerja sama di bidang pendidikan dan peningkatan kapasitas yang telah terjalin antara KAS dan Indonesia sejak tahun 1968 perlu diperkuat dengan menyertakan kurikulum tata kelola dan aksi penanganan iklim untuk Indonesia. Bagaimanapun penguatan literasi terkait ancaman krisis iklim perlu semakin diperluas ke segenap pemangku kebijakan dan masyarakat umum,” kata Eddy.
Penguatan Literasi dan Kolaborasi Hadapi Krisis Iklim
“Kita telah merasakan dampak dari krisis iklim, di mana curah hujan dan banjir terjadi di musim kemarau, hujan ekstrem menyebabkan musibah longsor di Aceh, Sumut, Sumbar, Jawa Barat, dan daerah lainnya, serta krisis air dan polusi udara yang akut. Oleh karena itu, penanganan krisis iklim dan lingkungan di ‘hulu’ melalui pendidikan, pelatihan, dan peningkatan kapasitas, tidak kalah pentingnya,” lanjutnya.
Eddy yang juga Waketum PAN ini menyatakan siap menjadi inisiator sekaligus champion bersama pemangku kepentingan lainnya untuk mendorong agenda penanganan krisis iklim.
“Melalui legislasi, kolaborasi, dan aksi riil untuk mengawal proses transisi energi dan aksi iklim, sejalan dengan tekad Presiden Prabowo untuk mencapai pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan tetap menjaga lingkungan.”
“Sesuai Asta Cita Presiden, aspek lingkungan hidup mendapatkan perhatian serius dari beliau. Oleh karenanya kita perlu menerjemahkan cita-cita beliau dalam bentuk kebijakan, legislasi, dan aksi nyata agar ekonomi Indonesia tumbuh dengan tetap mengedepankan asas keberlanjutan,” tambah Doktor Ilmu Politik UI ini.
Eddy juga berharap bahwa kerja sama yang panjang dan saling menguntungkan antara pemerintah Indonesia dan Jerman di berbagai bidang lainnya seperti teknologi, kesehatan, dan pendidikan semakin dapat ditingkatkan.
“Saya sempat tinggal 9 tahun di Jerman dan sangat merasakan keunggulan teknologi serta sistem pendidikan dan kesehatan di Jerman. Semoga ke depannya, Indonesia dan Jerman dapat bekerja sama di berbagai bidang ekonomi, energi, sosial, dan lainnya dalam kerangka kolaborasi yang saling menguntungkan,” tutupnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Tino Okt

















