Dody Hanggodo Optimistis PTC Karanganyar Lahirkan Atlet Paralimpiade Kelas Dunia.

Jakarta, Aktual.news – Pembangunan Paralympic Training Center (PTC) di Desa Delingan, Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng) mulai menegaskan arah baru pembinaan olahraga difabel di Indonesia.

Fasilitas yang digarap oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ini diposisikan sebagai pusat latihan terpadu untuk mendukung peningkatan prestasi atlet paralimpiade.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyampaikan pandangannya bahwa Indonesia memiliki peluang besar dalam mencetak atlet difabel yang mampu bersaing di level internasional. Ia menilai keberadaan fasilitas ini akan membantu proses latihan menjadi lebih fokus dan sistematis.

“Saya yakin Indonesia memiliki potensi besar dalam mencetak atlet paralimpiade berbakat. Dengan pembangunan Paralympic Training Center ini, diharapkan para atlet paralimpiade Indonesia dapat berlatih dengan lebih optimal dan terarah,” kata Menteri Dody, di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Proyek ini dibangun dengan anggaran Rp421,9 miliar di atas lahan lebih dari 80 ribu meter persegi, dengan total luas bangunan mencapai 34.346 meter persegi. Komposisinya meliputi gedung GOR seluas 17.482 meter persegi serta asrama seluas 16.864 meter persegi.

Fasilitas asrama terdiri dari dua tower rumah susun empat lantai dengan total 188 kamar yang mampu menampung hingga 392 atlet.

Di dalam kawasan tersebut tersedia berbagai sarana latihan berstandar internasional. Mulai dari kolam renang utama, kolam pemanasan, hingga kolam recovery.

Selain itu, terdapat arena boccia, menembak, tenis meja termasuk wheelchair tenis meja, badminton, angkat besi, blind judo, serta ruang multifungsi.

Fasilitas lainnya mencakup lapangan sepak bola, lintasan atletik 400 meter, serta area lompat jauh, lompat tinggi, dan tolak peluru.

Keberadaan pusat latihan ini diharapkan menjadi ruang pembinaan yang lebih serius bagi atlet difabel Indonesia.

Selama ini, keterbatasan fasilitas kerap menjadi hambatan dalam proses pengembangan prestasi. Dengan infrastruktur yang lebih lengkap dan sesuai standar internasional, latihan dapat dilakukan lebih terarah dan kompetitif.

Selain dampak di sektor olahraga, kehadiran fasilitas ini juga diperkirakan memberi pengaruh ekonomi bagi masyarakat sekitar Karanganyar, Jawa Tengah, Indonesia.

Aktivitas atlet, pelatih, hingga penyelenggaraan event olahraga berpotensi menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, dan usaha kecil di daerah tersebut.

Pemerintah melalui Kementerian PU juga menyiapkan rencana pengembangan tahap lanjutan. Penambahan gedung olahraga dan fasilitas asrama akan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pembinaan atlet di masa mendatang.

Dengan hadirnya Paralympic Training Center ini, pembangunan infrastruktur diarahkan tidak hanya pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kualitas manusia serta pemerataan akses bagi penyandang disabilitas dalam dunia olahraga.

Laporan: Achmat

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi