Jakarta, Aktual.news – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengapresiasi dukungan Danantara dan Panglima TNI dalam mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).
Dukungan tersebut dinilai berperan penting untuk mengejar target penyelesaian pembangunan yang ditetapkan rampung pada 20 Juni 2026.
Apresiasi itu disampaikan Menteri Dody saat meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat di Singkawang, Kamis (28/5/2026).
Tiga Sekolah Rakyat yang saat ini dibangun di Kalimantan Barat meliputi Sekolah Rakyat Pontianak, Sekolah Rakyat Singkawang, dan Sekolah Rakyat Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Dody mengatakan percepatan pembangunan membutuhkan kerja sama lintas sektor, terutama terkait dukungan pendanaan dan tenaga kerja di tengah waktu pelaksanaan yang terbatas.
“Saya mengapresiasi dukungan Danantara, khususnya Pak Dony Oskaria, yang membantu mendorong dukungan pendanaan agar pekerjaan di lapangan bisa terus berjalan. Saya juga berterima kasih kepada Panglima TNI atas bantuan tenaga yang diberikan untuk mendukung percepatan pembangunan Sekolah Rakyat,” kata Dody, di Jakarta, Jumat (29/5/2026).
Menurut Dody, dukungan tersebut membantu mengatasi sejumlah tantangan di lapangan, terutama kebutuhan tenaga kerja dan percepatan pengadaan material konstruksi.
“Kalau dukungan pendanaan dan tenaga tersedia, progres pekerjaan tentu bisa lebih cepat. Karena itu kami terus berkoordinasi agar seluruh kebutuhan percepatan dapat terpenuhi,” ujarnya.
Dody menegaskan Kementerian PU tetap optimistis seluruh pembangunan Sekolah Rakyat di Kalbar dapat selesai sesuai target sehingga bisa mulai digunakan pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027.
“Harus optimistis. Kalau saya tidak optimistis, bagaimana yang lainnya? Optimisme itu yang pertama supaya kita bisa berpikir apa yang harus dikerjakan agar selesai tepat waktu,” kata Dody.
Ia menambahkan kunjungan lapangan dilakukan untuk memastikan kebutuhan percepatan pembangunan dapat segera dipenuhi sekaligus mengecek langsung perkembangan pekerjaan di lapangan.
“Saya ingin memastikan apa yang kurang dan apa yang belum. Jadi laporan yang saya terima bukan sekadar laporan di atas kertas, tetapi saya cek langsung di lapangan supaya semuanya bisa ter-deliver on time,” ujarnya.
Berdasarkan data progres per 27 Mei 2026, realisasi kumulatif pembangunan Sekolah Rakyat di Kalimantan Barat telah mencapai 45,95 persen.
Progres pembangunan Sekolah Rakyat Kota Pontianak tercatat sebesar 48,35 persen, Sekolah Rakyat Kota Singkawang 45 persen, dan Sekolah Rakyat Pemprov Kalimantan Barat di Kota Singkawang sebesar 44,03 persen.
Khusus proyek Sekolah Rakyat Pemprov Kalimantan Barat di Kota Singkawang, pembangunan dilakukan di atas lahan seluas 6,31 hektare dengan total luas bangunan mencapai 27.365 meter persegi. Proyek tersebut dikerjakan kontraktor pelaksana KSO WIKA-CIPTA-WEGE dengan nilai kontrak Rp223,89 miliar.
Untuk mengejar target penyelesaian, berbagai strategi percepatan diterapkan, di antaranya penambahan tenaga kerja hingga 1.200 orang dengan sistem dua shift, pembangunan batching plant onsite, serta penambahan alat berat seperti excavator, truck mixer, mobile crane, dan concrete pump.
Menteri Dody juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di Kalimantan Barat.
Menurutnya, dukungan kepala daerah membantu penyelesaian berbagai kebutuhan di lapangan mulai dari penyediaan lahan hingga proses perizinan.
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan Pemerintah Kota Singkawang akan terus mendukung proses percepatan pembangunan agar target penyelesaian dapat tercapai sesuai jadwal.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Menteri yang sudah datang langsung meninjau progres pembangunan. Kami akan terus membantu dan mengawal proses pengerjaannya agar target yang sudah ditetapkan bisa tercapai,” ujar Tjhai Chui Mie.
Pembangunan Sekolah Rakyat menjadi bagian dari program pemerintah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan ekstrem melalui penyediaan fasilitas pendidikan yang layak dan modern.
Laporan: Achmat
Artikel ini ditulis oleh:
Eroby Jawi Fahmi












